Migrasi Windows 10 dari HDD ke SSD dapat membantu meningkatkan kinerja komputer kalian. Menginstal SSD dengan benar dan mengatur ulang komputer Anda adalah langkah penting dalam proses ini.
Ketika Anda menggunakan PC baru, Anda mungkin akan merasakan kecepatan yang lebih baik. Namun, seiring berjalannya waktu dan instalasi berbagai program dan game, performa komputer dapat menurun dan menjadi lambat.
Membersihkan drive dapat memberikan peningkatan sementara, tetapi drive akan cepat penuh dan kinerja komputer akan kembali melambat. Solusi yang lebih permanen adalah meng-upgrade penyimpanan ke M.2 SSD atau NVMe SSD untuk mendapatkan performa yang lebih lancar dan cepat.’
Sebelum melanjutkan untuk melakukan migrasi, penting untuk memahami apa itu SSD dan keunggulannya.
Apa Itu SSD?
SSD atau Solid State Drive adalah penyimpanan disk dengan kecepatan baca dan tulis yang tinggi. Pasalnya SSD menggunakan memori non-volatile untuk mengakses maupun menyimpan data. Ini mempercepat aktivitas yang dilakukan pada disk termasuk kinerja Windows, software, game, kecepatan transfer dan lainnya.
Apa saja kelebihan SSD dibandingkan HDD?
Seratus Kali Lebih Cepat
Dibandingkan dengan HDD, ini sangat berbeda SSD seratus kali lebih cepat. Sehingga SSD ini mampu menangani data lebih cepat saat mengakses data dalam jumlah yang banyak seperti sistem operasi. Selain itu juga dikenal lebih stabil untuk mengamankan data.
Lebih Adem
HDD menggunakan semacam piringan yang berputar untuk membaca dan menulis data. Ini menyebabkan komputer kita menjadi cepat panas. Berbeda dengan SSD yang menggunakan teknologi Nand Flash yang tidak memiliki alat mekanis sehingga tetap adem meskipun digunakan dalam jangka waktu lama.
Data Lebih Aman
SSD dibuat dengan konsep yang lebih tahan guncangan atau getaran dan juga tahan terhadap tetesan air sehingga sehingga data yang tersimpan akan aman tidak mudah hilang.
Hemat Daya, Ringan dan Tidak Bising
HDD membutuhkan daya yang lebih besar saat disk berputar. Berbeda dengan SSD yang tidak ada bagian yang bergerak. Selain itu lebih ringan dan tidak mengeluarkan suara apapun.
Memilih SSD Yang Cocok
Ada berbagai jenis SSD yang tersedia di pasaran. Saat ini, drive NVMe SSD sangat populer karena kecepatan tulis dan bacanya yang lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya. Tetapi jenis NVMe SSD ini masih banyak komputer belum mendukungnya.
Untuk itu perlu menentukan jenis SSD apa yang didukung komputer Anda. Jika PC Anda tidak mendukung NVMe, Anda tidak akan memiliki banyak pilihan selain M.2. Tetapi Anda dapat memilih antara DRAM-less dan DRAM SSD. Untuk membantu pemilihan, DRAM SSD SATA M.2 lebih cepat. Dan jika memiliki opsi untuk NVMe, lakukanlah.
Sebagian besar kinerja dari jenis SSD yang sama dari merek berbeda tidak begitu signifikan, untuk itu Anda dapat cek benchmark sebagai perbandingan.
Jika Anda hanya ingin menggunakan SSD sebagai media penyimpanan saja dan tidak ingin memindahkan Windows. Biasanya akan langsung dikenali di file explorer. Tetapi jika tidak, silahkan konfigurasikan dari Disk management.
Bagi kalian pengguna Windows 10 yang ingin memindahkan data di HDD ke SSD, bisa mengikuti panduan berikut.
Cara Cloning Windows ke SSD Baru Menggunakan Macrium Reflect
Setelah memasang drive SSD, pastikan PC mendeteksi SSD yang dapat lihat di File Explorer. Dan jika PC masih tidak mengenali SSD Anda, coba buka Disk management nanti akan diminta untuk memilih MBR atau GPT untuk SSD baru Anda.
Dan setelah itu akan mulai muncul di file explorer. Jika sudah, Anda dapat mengikuti langkah-langkah untuk mengkloning Windows di bawah ini.
Disini saya akan membagikan tutorial cara cloning windows menggunakan Macrium Reflect. Jika Anda menggunakan software lain seperti EaseUS, Acronis atau lainnya langkah-langkahnya hampir sama.
- Pertama instal software Macrium Reflect di PC. Setelah itu jalankan aplikasi tersebut nanti akan menampilkan menu Create a Backup.
- Setelah itu hilangkan dulu centang pada semua drive dan kemudian pilih disk tempat Windows diinstal. Selanjutnya klik Clone this disk yang ada di bagian bawah.

- Berikutnya klik tab Select a disk to clone lalu pilih drive SSD baru kamu.

- Sekarang dari bagian sumber, pilih drive yang ingin Anda kloning seperti Windows (C), Recovery, FAT32 Primary, Unformatted Primary.

- Setelah memilih drive yang terkait dengan Windows, klik tombol Next yang ada di bawah. Nanti akan menampilkan informasi yang diatur untuk dikloning. Klik Finish untuk melanjutkan proses memindahkan drive.
- Selanjutnya akan muncul pesan peringatan akan menghapus data dari SSD, jadi pilih kotak centang dan klik Continue.
Setelah itu tinggal tunggu proses cloning Windows ke SSD. Ini akan memakan waktu cukup lama tergantung pada kecepatan HDD dan SSD.
Jika Anda memiliki partisi pada drive tempat Windows diinstal, kloning Windows juga akan membuat partisi pada SSD baru. Katakanlah jika Anda memiliki satu drive 1TB dan Anda mengalokasikan 150GB ke drive C, maka kloning Windows juga akan membagi SSD Anda menjadi dua partisi. Satu dengan kapasitas 150 GB dan yang lainnya dengan sisa ruang.
Setting Boot Windows dari SSD

Setelah selesai memindahkan Windows 10 dari HDD ke SSD, Anda perlu mengatur urutan boot. Tujuannya agar Windows bisa boot dari SSD baru, bukan dari drive lama. Untuk caranya, silahkan mengikuti panduan berikut.
Silahkan restart PC Anda, ketika muncul logo pertama, tekan F2 atau F12 untuk masuk ke BIOS. Namun ada beberapa PC berbeda caranya untuk bisa masuk. Silahkan cari di Google cara masuk bios sesuai dengan model PC Anda.
- Setelah masuk di BIOS, pilih Boot lalu setting SSD Anda sebagai preferensi boot pertama.
- Kemudian simpan pengaturan dan keluar dari BIOS Mode.
- Sekarang Windows akan boot dari SSD.
Setelah masuk ke Windows, Anda dapat menghapus drive lama melalui Manajemen Disk. Namun, pastikan juga Anda mengalokasikan ruang SSD yang tersisa untuk volume baru atau Anda juga dapat memperluas drive SSD tempat Windows diinstal.
Kesimpulan
Saat ini banyak software yang memungkinkan untuk cloning Windows ke SSD seperti MiniTool Partition Wizard, EaseUS, Macrium Reflect, Acronis True Image dan lain sebagainya. Tetapi sebagian besar tidak berfungsi dengan baik di PC saya.
EaseUS mengkloning drive Windows ke drive SSD, tetapi tidak dalam format yang dapat di-boot. Sedangkan Acronis True Image kekurangannya prosesnya sangat lama, dan MiniTool Partition Wizard tidak gratis.
Demikianlah cara memindahkan Windows 10 ke SSD tanpa takut kehilangan data. Teknodua harap panduan ini berguna dan Anda sudah menjalankan Windows pada SSD baru.